Tiada henti…

Kan melangkah kaki dengan pasti

Menerobos sgala onak duri

Generasi baru yang tlah dinanti

Tak takut dicaci tak gentar mati…

(Gelombang Keadilan-Shoutul Harokah)

Sambil mendengarkan nasyid haroky yang menggentarkan ini, bait ini berkali-kali memberikan ana inspirasi yang bermacam-macam. Rasanya kalo nasyid haroky gak bosen-bosen deh untuk didengerin. Tapi untuk yang satu ini, ada sense tersendiri, hehe.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Bukanlah pemuda, ia yang mengatakan,’inilah bapakku’. Tapi pemuda adalah ia yang mengatakan, ‘inilah diriku!’”. Ya, pemuda sejati memiliki kebanggaan akan dirinya sendiri. Pemuda sejati mempunyai harga diri yang tinggi. Mereka (harusnya kami ya? Ana kan juga termasuk, hehe) tidak akan rela disamakan dengan siapapun. Kenapa? Karena tidak hanya mereka yang sekedar berubah dari anak-anak menjadi pribadi yang lebih dewasa. Tetapi mereka juga menjadi tonggak perubahan itu sendiri.

Nah, untuk melakukan perubahan itu, jelas dibutuhkan tekad pantang menyerah dari dirinya. Sesuai dengan nasyid di atas. Ia takkan surut walau selangkah. Takkan henti walau sejenak. Mereka bercita-cita hidup dengan kemuliaan. Jika tidak, maka rehat panjang penuh kenikmatan dengan menjemput syahid menjadi pilihannya. Bidadari pun menantinya di Syurga. Mau? (ini bukan iklan ya, hehehe)

Maka mulailah mengimpikannya kawan. Bersatulah dalam satu barisan dan jemput Syahid di tangan!

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun kokoh.”

(QS. As-Shaff: 4)

setelah di-pause, kita lanjutkan nasyidnya yuk!

Bagai gelombang terus menerjang

Tuk tumbangkan segala kedhaliman

Dengan tulus ikhlas, untuk keadilan

Hingga pertiwi gapai sejahtera…

(Gelombang Keadilan-Shoutul Harokah)

16 comments Juli 14, 2009

Welcome My Brothers & Sisters….

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…

Alhamdulillah akhirnya nulis juga, hehehehe. Setelah sekian lama ni blog ana bikin. Emang yang namanya memulai sesuatu itu luar biasa sulit. Tapi saat udah dimulai semuanya terasa ngalir-ngalir aja, haha.

Well, niatnya bikin blog sih ya ga jauh-jauh untuk nyalurin sekian banyak imajinasi dan pemikiran yang bergelimpangan di otak ana (kesannya…). Insya Allah apa yang akan ana tulis diniatkan murni untuk mencari ridha Allah ’azza wa jalla. Karena tanpa ridhaNya, maka hidup ini terasa sia-sia, hampa, dan meaningless tentunya.

Nah, ana menyadari bahwa diri ana sendiri hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan lupa. Oleh karena itu, ana mengharapkan kritik dan sarannya dari para pembaca sekalian agar tulisan-tulisan yang ana buat tidak melenceng dari syariat Islam yang mulia.
Ana sangat mengharapkan apa yang ana lakukan ini bisa disebut sebagai da’wah bil qalam.

Ok, ana rasa cukup sebagai pengantar awal (kayak udah jadi penulis hebat aja ya, hahaha). Jadi, selamat menyelami lautan ilmu yang indah bersama Ibn Rusyd. Semoga Allah merahmati dan meridhai kalian semua. Amiin….

13 comments Juli 1, 2009

Hei… Sadarlah…

ditulis kakek tercinta, ana gak bisa kasih komentar, antum sendiri lah yang akan meresapi dan menemukan maknanya…

Continue Reading 6 comments Juli 1, 2009


Categories

  • Blogroll

  • Feeds