Nafas Perjuangan

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Maret 3rd, 2010

Shallu ‘Alaih…

tinggalkan komentar »

Mengenang pahlawan sejati nan hakiki pembawa risalah Rabb yang Sejati…

Ada banyak tokoh sejarah dalam dunia ini. Banyak pahlawan-pahlawan yang mengukir namanya di sejarah peradaban manusia.Nama-nama mereka terabadikan dalam buku-buku, monumen-monumen, dan lain sebagainya. Tapi adakah, di antara sekian banyak tokoh dalam sejarah, yang dapat menyamai Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? Ya, Anda sudah bisa menjawabnya, tidak.

Tidak pernah ada manusia yang tercatat sejarah hidupnya begitu lengkap dari awal kelahirannya, bahkan sebelum itu, hingga akhir hayatnya. Risalah yang ia emban pun tidak berhenti menghiasi dunia ini. Michael Hart pun mengakui, dalam buku 100 tokoh paling berpengaruh di dunia, namanya terukir sebagai orang nomor 1!

Kenapa? Michael Hart menjawab, “karena Muhammad adalah pemimpin kolektif”. Ya, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memang pemimpin kolektif. Kepemimpinannya ada dalam segala bidang atau aspek, mulai dari keluarga, masyarakat, dalam perdagangan, perekonomian, dalam ibadah, fiqh, kenegaraan. Lengkap! Tidak ada manusia lain yang demikian dahsyat!

Saudaraku, di masa kini, para pengikut (lebih tepatnya yang mengaku) Rasulullah tidaklah mengikuti sunnah beliau. Mereka katakan diri mereka mencintai Rasulullah. Mereka nyatakan kebesaran dan keagungan Rasulullah. Tapi apa yang mereka berikan? Apa yang mereka tunjukkan?!

Pembunuhan sunnah, bukan penghidupannya. Kedustaan cinta, bukan bukti cinta yang nyata. Kemunafiqan, bukan kebenaran. Menutup-nutupi, bukan menyampaikan. Tidakkah mereka membaca, “Katakanlah (Muhammad) ‘jika kamun mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS. Ali Imran:31)

Di masa modern ini, kita mendustai risalah yang dikabarkan kepada kita, lantas apa bedanya kita dengan Abu Lahab yang menyumpahi Rasulullah, “Tabban Laka yaa Muhammad! Alihaadza jama’tanaa? Celaka Engkau wahau Muhammad! Hanya untuk urusan ini engkau mengumpulkan kami?” saat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan kaum Quraisy dan menyerukanntauhid kepada mereka. Tapi apa yang akan kita dapat? Sama seperti Abu Lahab yang dibalas oleh Allah swt., “Tabbat Yadaa Abii Lahabin Wa tabb…”

Pernahkah kita menangis barang sejenak, saat merenungi sirah Nabi? pernahkah kta bersedih akan penderitaan yang beliau alami? “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman” (QS. At-Taubah:128)

Dia, yang telah dicaci maki dan dihina. “Ukhruj Anta Yaa Muhammad! Pergi kau hai Muhammad!” , begitu orang-orang bani Tha’if bersikap terhadap beliau. Dilempari batu, kotoran unta… Sudah keluar tiga macam air dari diri Rasulullah. Air keringat, air mata, dan darah. Tapi jangankan darah, tidak sedikitpun air mata yang menetes atau keluar sedikit saja dari kita untuknya. Saudaraku, benarkah kecintaan kita pada Rasulullah? Bukankah rasulullah menyatakan bahwa tidak akan mendapatkan syafaat dari beliau jika masih ada manusia lain yang dicintai melebihinya?

Semoga hati-hati kita tersentuh saat merenungkan perjalanan hidup beliau. Tergerak untuk mengikuti jejak langkahnya. Merindukan tegaknya syariat di bumi Allah dan hidupnya sunnah-sunnah beliau. Shallu ‘Alaih…

Ditulis oleh ibnrusyd

Maret 3, 2010 pada 4:32 am

Ditulis dalam Uncategorized

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.