Waktu
mencari jawaban atas sebuah pertanyaan memang tidak mudah. Ia hanya bisa didapatkan jika kita benar-benar tekun mencarinya, berusaha keras memikirkan pemecahannya dan mau berkorban untuk meraih tujuannya. Upaya demi upaya yang kita kerahkan akan menjadi nilai tersendiri yang tiada bandingannya di dunia ini. Andaikan penduduk bumi dan seisinya ini mengetahui..betapa besar amanah yang mereka pikul, niscaya mereka tidak akan bersandar kecuali pada Allah semata. Inilah renunganku malam ini.
Perjalanan hidup yang telah kita tempuh sangatlah panjang. Ya, sudah demikian panjangnya. Namun tentu kita juga menyadari bahwa singkat sekali rasanya. Semua yang kita lalui lewat begitu saja dalam sekejap, detik, menit, jam, hari, hingga tahun. Memori manusia pun tidak mampu menampung semuanya. Selalu ada serpihan-serpihan kenangan yang mau tidak mau harus disingkirkan walau cuma sejenak, karena manusia dapat membukanya kembali sekalipun itu sudah terlupakan oleh usia.
Saudaraku, waktu sangatlah kejam. Ia tidak memedulikan sekitarnya dan terus maju tanpa ada yang mampu menghalangi. Ia tidak berperasaan. Ia tidak berhenti walau sejenak untuk menolong manusia yang menyia-nyiakan waktunya. Ia tidak akan membiarkan kita menyesal terlebih dulu saat Izrail menjemput sehingga Allah mengampuni kita baru bergulir kembali. Sekali-kali tidak! Ia akan terus berputar seiring roda zaman sampai Allah mengutus Israfil menghentikan waktu.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menghargai dan menghormati waktu. Agar ia pun menghargai dan menghormati kita. Agar Allah menjaga waktu yang kita miliki di dunia. Agar “Waktu yang kekal” di Jannah Firdaus menemani kita di Akhirat nanti. Amin.